Rabu, 28 November 2012

Tugas Apresiasi Puisi


TUGAS IV
APRESIASI PUISI INDONESIA

Nama                          : Andi Musliana
Kelas/Nim                   : B/105104059
Prodi                          : Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia

PERTANYAAN
Analisislah Puisi dari Amir Hamzah, Chairil Anwar, Taufik Ismail, W.S Rendra dan Puisi Anda sendiri. Carilah diksi (pilihan kata) yang digunakan serta ciri-cirinya!!!
JAWABAN
A.     Amir Hamzah
Beberapa puisi hasil karya Amir Hamazah
a.       Astana Rela
Puisi ini menceritakan tentang keikhlasan si aku tak dapat bertemu dengan kekasihnya didunia karena ia percaya mereka akan bersua di surga . Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, bersua, tilikan, sempana, di mahkota astana gapura rela.
b.      Turun Kembali
Dalam sajak ini pengarang menyatakan bahwa manusia itu tidak bersatu dengan tuhan. Menurutnya manusia itu hamba, sedangkan tuhan itu penghulu, maharaja. Puisi ini menggunakan pilhan kata seperti, penghulu, maha raya, menaung dunia, melipur  meriang hati,
c.       Tetapi aku
puisi ini menceritakan bahwa si aku tiba-tiba sekejam ia ditemui tuhan, tetapi si aku tiada merasa,  tiada sadar akan hal itu, meskipun mutiara-jiwa si aku telah lama dicarinya. Dalam puisi ini pengarang menggunakan pilihan kata seperti, alit, guring, terhenti dawai pesawat diriku, mutiara jiwaku, gewang canggaingnya.
d.      Barangkali
Puisi menggunakan pilihan kata yang menandai suasana percintaan yang romantis sesuai dengan khayalan si aku tentang kekasihnya, seperti akasa swarga nipis-nipis,  kudaduhkan di selendang dendang, siuman dewi-nyanyi, gambuh asmara lurus lampai.

Analisis Persamaan Keempat Hasil Karya Amir Hamzah

1.        Dari keempat puisi karya Amir Hamzah terdapat persamaan yang signifikan, dimana pengarang yakni Si aku didalam puisinya selalu memceritakan dirinya dengan kekasihnya (tuhan). Bagaimana dia sangat mencinta kekasihnya, bagaimana si aku tetap setia meski dia tak dapat lagi bertemu dengan kekasihnya itu. Dan bagaimana pertemuan dengan kekasihnya.
2.       Keempat puisi ini juga memberikan pesan yang hampir semuanya memiliki makna yang sama, yakni manusia adalah makhluk yang diciptkan bukan untuk bersanding dengan tuhan tapi manusia justru harus percaya, dan mengjungjung tinggi tuhannya.

B.      Taufik Ismail
Beberapa puisi hasil karya Taufik Ismail
a.       Karangan Bunga
Puisi ini membicarakan peristiwa demonstrasi mahasiswa pada tahu 1966 menentang orde lama. Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata, seperti tiga anak kecil, pita hitam pada karangan bunga.
b.      Lonceng Tinju
Puisi ini menggambarkan peristiwa mengenai olahraga tinju di indonesia. Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, mereka bangkit, setiap teriakn histeriah, bergemuruh suaranya, jangan kamu mengadu ayam, jangan mengadu hewan, aku kelu, dan merasa diri di pojok, sendirian, kini lagi, bel itu berkleneng.
c.       Membacaa Tanda-tanda
Puisi ini banyak menyindir manusia sebagai khalifah dibumi yang masih saja merusak alam, dsb. Sehinga menyebabkan alam mulai kehilangan keindahannya. Pemilihan kata yang digunakan dalam puisi  ini umumnya memakai kata-kata yang lumrah seperti, kehilangan, udara, danau, burung, hutan, gunung, dll.
d.      Kerendahan Hati
Puisi ini menceritakan tentang pengarang yang sadar tentang apa yang telah terjadi didepan matanya. Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata, seperti jika engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit maka jadilah belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau.

Analisis Persamaan Keempat Hasil Karya Taufik Ismail
1.        Dari keempat puisi karya Taufik Ismail ini terdapat kesamaan, dimana pengarang membahas tentang politik sosial, kebudayaan, dan sikap pemberani.

C.     Chairil Anwar
Beberapa puisi hasil Karya Chairil Anwar
a.       Hampa
Puisi ini mengunakan pilihan kata seperti, sepi (pada) kalimat “sepi diluar menekan mendesak”
b.      Aku
Puisi ini menggambarkan tentang si aku yang harus memiliki rasa tanggung jawab untuk dirinya sendiri. Puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, “ku mau, aku tetap meradang”, “aku mau hidup seribu tahun lagi”.
c.       Selamat Tinggal
Sajak ini merupakan penggalian masalah pribadi dan kesadaran kepada kejelekan dan kekurangan diri manusia sebagai pribadi. Puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, muka penuh luka, kudengar suara merdu, angin lalu, tengah malam buta,
d.      Doa
Dalam sajak ini pengarang menyatakan pengertian itu dengan cara yang tidak langsung. Puisi ini menggunakan pemilihan kata seperti, keraguan, kepercayaan. Kelam, dan sunyi.

Analisis persamaan Keempat Hasil Karya Chairil Anwar
1.        Keempat puisi ini memiliki persamaan yang menceritakan tentang si aku yang tak pernah mempercayai adanya tuhan, si aku selalu berkata apakah dia membutuhkan sosok itu, tapi disaat si sku benar-benar dalam keterpurukan adan kesaadran tersendiri bahwa memng tuhan itu ada, dan hanya padanya dia meminta pertolongan.

D.    W.S. Rendra
a.       Sajak Burung-burung Kondor
Puisi ini merupakan luapan emosi dari pengarang yang bersifat keras karena rasa ketidakadilan yang dialami petani dan  buruh yang telah berjuang mengelola sawahnya namun yang menikmati hasilnya adala para petinggi-petinggi  yang tidak memperdulikan rakyat. Puisi ini menggunakan pilihan seperti, Burung-burung Kondor,  yang tercampak diatas tanah gembur,  tuan tanah yang mempunyai istana indah, cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa, dari parit-parit wajah rakyat, berjuta-jutan burung kondor mencakar batu-batu.
b.      Tobat
Puisi yang menggambarkan permohon ampunan atas segala hal yang telah dilakukan kepada tuhannya. Puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, “aku tobat, ya Tuhankku, tobatt atas sebala dosaku”,  “jantungku adalah biji kentang  digigit oleh tanah, subur dan menderita digigit oleh tanah”,.
c.       Doa Serdadu Sebelum Perang
Puisi ini menceritakan tentang permohonan ampunan atas dosanya karena sudah mebnunuh orang yang bersalah maupun tidak bersalah. Puisi ini menggunakan pemilihan kata yang mat lembut seperti, “ Tuhanku, wajahmu membayang di kota terbakar “firmanmu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal”, dosa dan nafsu adalah satu udara, malam dan wajahku adalah satu warna.
d.      Mama
Puisi mengambarkan seorang anak laki yang memberitahukan ibunya bahwa ia telah menemukan jodohnya. Puisi menggunakan pilihan kata seperti,  burung dara janttan yang nakal, sejak dulu kau piara.

Analisis Persamaan dari Keempat Karya Puisi W.S Rendra
1.        Dari keempat puisi ini hanya ada dua puisi yang memiliki persamaan yakni sajak yang berjudul “Tobat” dan “Doa Serdadu Sebelum Perang”. Hal ini di karenakan dari kedua puisi tersebut memiliki makna  yang sama yakni Si aku memohon pengampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
E.      Diri Sendiri
a.       Ayah
Puisi ini menceritakan tentang kerinduan seorang anak kepada ayah yang telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selama lamanya. Dalam puisi ini penulis menggunakan kata-kata lukiskan, menopangku, tongkat emas, bingkai hati.
b.      Sahabat
Puisi ini meceritakan tentang arti seorang sahabat bagi penulis. Penulis merasa bahwa tanpa adanya seorang sahabat hidup akan terasa hampa. Sahabat bukanlah segala - galanya namun, sahabat takkan menjadi yang campaan buat penulis. Puisi ini menggambarkan keinginan penulis dalam mempertahankan persahabatan yang telah dibinanya. Dalam puisi ini terdapat kata-kata yang penulis gunakan seperti remuk, rumah kedua, lelehan rumput, menghidupi jutaan plakton.
c.       Senyum Telaga Air Mata
Puisi ini menceritakan kesedihan penulis menghadapi hidup di dunia ini namun dia tetap berusaha tersenyum dalam lingkaran derita yang tak kunjung hilang dalam hidupnya. Senyum yang terus mekar dibibirnya namun penuh dengan kesedihan yang mendalam. Dalam puisi ini terdapat kata-kata yang penulis gunakan seperti  dusta nirwna ,menghapus di lekukan wajahku, dan menabur.
d.      Termenung
Puisi ini menggambarkan kesendirian seorang penulis dalam hidup ini dan tak pernah ada yang bisa mengerti apa yang sebenarnya dia inginkan. Semua hanya kebohongan yang ia rasakan yang hanya bisa digambarkan dalam kebohongan semu. Dalam puisi ini terdapat kata goresan tinta, kobaran api, relung nadi, dan dawai kebisuan.

 Analisis Persamaan dari Keempat Karya Puisi Diri Sendiri

Dari keempat puisi terdapat tiga puisi yang memiliki persamaan yakni sajak yang berjudul “Ayah” , “Termenung”, dan “Senyum Telaga Air Mata” namun, puisi keempat yaitu “Sahabat” saling berkaitan dengan ketiga puisi tersebut.Hal ini di karenakan dari ketiga  puisi tersebut memiliki makna  yang sama yakni kesendirian seorang penyair dalam menjalankan hidup di dunia yang penuh fana ini di sertai kebohongan yang muncul ketika ditinggalkan oleh sang ayah tercinta. Namun keterkaitannya dengan puisi “Sahabat” yaitu karena kesendiriannyalah dia mengharapkan seorang sahabat yang bisa mengerti apa yang ia inginkan dan bisa sebagai sandaran hidup detelah kepergian orang yang paling dicintainya.





Tugas Apresiasi Puisi


TUGAS IV
APRESIASI PUISI INDONESIA

Nama                          : Andi Musliana
Kelas/Nim                   : B/105104059
Prodi                          : Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia

PERTANYAAN
Analisislah Puisi dari Amir Hamzah, Chairil Anwar, Taufik Ismail, W.S Rendra dan Puisi Anda sendiri. Carilah diksi (pilihan kata) yang digunakan serta ciri-cirinya!!!
JAWABAN
A.     Amir Hamzah
Beberapa puisi hasil karya Amir Hamazah
a.       Astana Rela
Puisi ini menceritakan tentang keikhlasan si aku tak dapat bertemu dengan kekasihnya didunia karena ia percaya mereka akan bersua di surga . Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, bersua, tilikan, sempana, di mahkota astana gapura rela.
b.      Turun Kembali
Dalam sajak ini pengarang menyatakan bahwa manusia itu tidak bersatu dengan tuhan. Menurutnya manusia itu hamba, sedangkan tuhan itu penghulu, maharaja. Puisi ini menggunakan pilhan kata seperti, penghulu, maha raya, menaung dunia, melipur  meriang hati,
c.       Tetapi aku
puisi ini menceritakan bahwa si aku tiba-tiba sekejam ia ditemui tuhan, tetapi si aku tiada merasa,  tiada sadar akan hal itu, meskipun mutiara-jiwa si aku telah lama dicarinya. Dalam puisi ini pengarang menggunakan pilihan kata seperti, alit, guring, terhenti dawai pesawat diriku, mutiara jiwaku, gewang canggaingnya.
d.      Barangkali
Puisi menggunakan pilihan kata yang menandai suasana percintaan yang romantis sesuai dengan khayalan si aku tentang kekasihnya, seperti akasa swarga nipis-nipis,  kudaduhkan di selendang dendang, siuman dewi-nyanyi, gambuh asmara lurus lampai.

Analisis Persamaan Keempat Hasil Karya Amir Hamzah

1.        Dari keempat puisi karya Amir Hamzah terdapat persamaan yang signifikan, dimana pengarang yakni Si aku didalam puisinya selalu memceritakan dirinya dengan kekasihnya (tuhan). Bagaimana dia sangat mencinta kekasihnya, bagaimana si aku tetap setia meski dia tak dapat lagi bertemu dengan kekasihnya itu. Dan bagaimana pertemuan dengan kekasihnya.
2.       Keempat puisi ini juga memberikan pesan yang hampir semuanya memiliki makna yang sama, yakni manusia adalah makhluk yang diciptkan bukan untuk bersanding dengan tuhan tapi manusia justru harus percaya, dan mengjungjung tinggi tuhannya.

B.      Taufik Ismail
Beberapa puisi hasil karya Taufik Ismail
a.       Karangan Bunga
Puisi ini membicarakan peristiwa demonstrasi mahasiswa pada tahu 1966 menentang orde lama. Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata, seperti tiga anak kecil, pita hitam pada karangan bunga.
b.      Lonceng Tinju
Puisi ini menggambarkan peristiwa mengenai olahraga tinju di indonesia. Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, mereka bangkit, setiap teriakn histeriah, bergemuruh suaranya, jangan kamu mengadu ayam, jangan mengadu hewan, aku kelu, dan merasa diri di pojok, sendirian, kini lagi, bel itu berkleneng.
c.       Membacaa Tanda-tanda
Puisi ini banyak menyindir manusia sebagai khalifah dibumi yang masih saja merusak alam, dsb. Sehinga menyebabkan alam mulai kehilangan keindahannya. Pemilihan kata yang digunakan dalam puisi  ini umumnya memakai kata-kata yang lumrah seperti, kehilangan, udara, danau, burung, hutan, gunung, dll.
d.      Kerendahan Hati
Puisi ini menceritakan tentang pengarang yang sadar tentang apa yang telah terjadi didepan matanya. Dalam puisi ini menggunakan pilihan kata, seperti jika engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit maka jadilah belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau.

Analisis Persamaan Keempat Hasil Karya Taufik Ismail
1.        Dari keempat puisi karya Taufik Ismail ini terdapat kesamaan, dimana pengarang membahas tentang politik sosial, kebudayaan, dan sikap pemberani.

C.     Chairil Anwar
Beberapa puisi hasil Karya Chairil Anwar
a.       Hampa
Puisi ini mengunakan pilihan kata seperti, sepi (pada) kalimat “sepi diluar menekan mendesak”
b.      Aku
Puisi ini menggambarkan tentang si aku yang harus memiliki rasa tanggung jawab untuk dirinya sendiri. Puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, “ku mau, aku tetap meradang”, “aku mau hidup seribu tahun lagi”.
c.       Selamat Tinggal
Sajak ini merupakan penggalian masalah pribadi dan kesadaran kepada kejelekan dan kekurangan diri manusia sebagai pribadi. Puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, muka penuh luka, kudengar suara merdu, angin lalu, tengah malam buta,
d.      Doa
Dalam sajak ini pengarang menyatakan pengertian itu dengan cara yang tidak langsung. Puisi ini menggunakan pemilihan kata seperti, keraguan, kepercayaan. Kelam, dan sunyi.

Analisis persamaan Keempat Hasil Karya Chairil Anwar
1.        Keempat puisi ini memiliki persamaan yang menceritakan tentang si aku yang tak pernah mempercayai adanya tuhan, si aku selalu berkata apakah dia membutuhkan sosok itu, tapi disaat si sku benar-benar dalam keterpurukan adan kesaadran tersendiri bahwa memng tuhan itu ada, dan hanya padanya dia meminta pertolongan.

D.    W.S. Rendra
a.       Sajak Burung-burung Kondor
Puisi ini merupakan luapan emosi dari pengarang yang bersifat keras karena rasa ketidakadilan yang dialami petani dan  buruh yang telah berjuang mengelola sawahnya namun yang menikmati hasilnya adala para petinggi-petinggi  yang tidak memperdulikan rakyat. Puisi ini menggunakan pilihan seperti, Burung-burung Kondor,  yang tercampak diatas tanah gembur,  tuan tanah yang mempunyai istana indah, cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa, dari parit-parit wajah rakyat, berjuta-jutan burung kondor mencakar batu-batu.
b.      Tobat
Puisi yang menggambarkan permohon ampunan atas segala hal yang telah dilakukan kepada tuhannya. Puisi ini menggunakan pilihan kata seperti, “aku tobat, ya Tuhankku, tobatt atas sebala dosaku”,  “jantungku adalah biji kentang  digigit oleh tanah, subur dan menderita digigit oleh tanah”,.
c.       Doa Serdadu Sebelum Perang
Puisi ini menceritakan tentang permohonan ampunan atas dosanya karena sudah mebnunuh orang yang bersalah maupun tidak bersalah. Puisi ini menggunakan pemilihan kata yang mat lembut seperti, “ Tuhanku, wajahmu membayang di kota terbakar “firmanmu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal”, dosa dan nafsu adalah satu udara, malam dan wajahku adalah satu warna.
d.      Mama
Puisi mengambarkan seorang anak laki yang memberitahukan ibunya bahwa ia telah menemukan jodohnya. Puisi menggunakan pilihan kata seperti,  burung dara janttan yang nakal, sejak dulu kau piara.

Analisis Persamaan dari Keempat Karya Puisi W.S Rendra
1.        Dari keempat puisi ini hanya ada dua puisi yang memiliki persamaan yakni sajak yang berjudul “Tobat” dan “Doa Serdadu Sebelum Perang”. Hal ini di karenakan dari kedua puisi tersebut memiliki makna  yang sama yakni Si aku memohon pengampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
E.      Diri Sendiri
a.       Ayah
Puisi ini menceritakan tentang kerinduan seorang anak kepada ayah yang telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selama lamanya. Dalam puisi ini penulis menggunakan kata-kata lukiskan, menopangku, tongkat emas, bingkai hati.
b.      Sahabat
Puisi ini meceritakan tentang arti seorang sahabat bagi penulis. Penulis merasa bahwa tanpa adanya seorang sahabat hidup akan terasa hampa. Sahabat bukanlah segala - galanya namun, sahabat takkan menjadi yang campaan buat penulis. Puisi ini menggambarkan keinginan penulis dalam mempertahankan persahabatan yang telah dibinanya. Dalam puisi ini terdapat kata-kata yang penulis gunakan seperti remuk, rumah kedua, lelehan rumput, menghidupi jutaan plakton.
c.       Senyum Telaga Air Mata
Puisi ini menceritakan kesedihan penulis menghadapi hidup di dunia ini namun dia tetap berusaha tersenyum dalam lingkaran derita yang tak kunjung hilang dalam hidupnya. Senyum yang terus mekar dibibirnya namun penuh dengan kesedihan yang mendalam. Dalam puisi ini terdapat kata-kata yang penulis gunakan seperti  dusta nirwna ,menghapus di lekukan wajahku, dan menabur.
d.      Termenung
Puisi ini menggambarkan kesendirian seorang penulis dalam hidup ini dan tak pernah ada yang bisa mengerti apa yang sebenarnya dia inginkan. Semua hanya kebohongan yang ia rasakan yang hanya bisa digambarkan dalam kebohongan semu. Dalam puisi ini terdapat kata goresan tinta, kobaran api, relung nadi, dan dawai kebisuan.

 Analisis Persamaan dari Keempat Karya Puisi Diri Sendiri

Dari keempat puisi terdapat tiga puisi yang memiliki persamaan yakni sajak yang berjudul “Ayah” , “Termenung”, dan “Senyum Telaga Air Mata” namun, puisi keempat yaitu “Sahabat” saling berkaitan dengan ketiga puisi tersebut.Hal ini di karenakan dari ketiga  puisi tersebut memiliki makna  yang sama yakni kesendirian seorang penyair dalam menjalankan hidup di dunia yang penuh fana ini di sertai kebohongan yang muncul ketika ditinggalkan oleh sang ayah tercinta. Namun keterkaitannya dengan puisi “Sahabat” yaitu karena kesendiriannyalah dia mengharapkan seorang sahabat yang bisa mengerti apa yang ia inginkan dan bisa sebagai sandaran hidup detelah kepergian orang yang paling dicintainya.





Rabu, 07 November 2012

Tugas Apresiasi Puisi


TUGAS III
APRESIASI PUISI INDONESIA
Nama                            : Andi Musliana
Kelas/Nim            : B/105104059
Prodi                    : Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia
Pertanyaan
1.      Buatlah dua buah puisi!
2.      Carilah latar belakang para penyair yang ada pada periode Pujangga Baru sampai pada periode 1970- sekarang!
3.      Analisislah puisi yang telah anda buat selama ini. Apakah terdapat penyimpangan dalam Puisi anda!

Jawab
1.      Puisi
Hanya Dua
Pagi takkan menjadi siang
Siang takkan menjadi senja
Senja takkan menjadi malam
Dan malam takkan menjadi pagi
Roda putaran dunia yang tak bisa digenggam
Dalam sekejam mata yang tak bisa menerawangnya
Kesejukan dalam dinginnya kemewahan
Kehangatan dalam panasnya getaran hidup
Takkan bisa terganti hanya dua saja
Namun,,,,
Hanya dua waktu yang memberikan kedamaian
Hanya dua cuaca yang menyampaikan keindahan
Hanya dua rasa yang orang miiki
Hanya dua kehiduapan dalam dunia ini
Dan hanya DIRIMU maha Pencipta
Puncak kehidupan
Terpaan mentari dalam lukisan kasih tak bersayap
Seruan beku yang tumbuh dalam kehangatannya
Berandai dalam lingkaran penopang sayap
Sihir menyambar dalam kegigihan raut wajah
Melunglai dalam jiwa kekosongan
Lentera merah meredup di peraduan
Layangan hitam menari di sambar petir
Goyangan kasih tak lagi di dapatkan
Membeku dalam magma kenistaan hidup
Jemari layu menggapai nirwana ke sucian
Menghapuskan setetes bercak indah di pembaringan
Melambai pedih dalam rasa yang pahit
Meronta dalam sentuhan kelembutan
Dalam senyap suara hati
2.      Latar Belakang Rivai Apin
Rivai Apin adalah seorang penyair seangkatan dengan Chairil Anwar. Rivai Apin lahir di Padangpanjang tanggal 30 agustus 1927 dan wafat di Jakarta pada April 1995. Sejak masih duduk di sekolah menengah dia telah mengumumkan sajak-sajaknya dalam majalah-majalah terkemuka, ia pun pernah duduk sebagai anggota redaksi Gema Suasana, Gelanggang, Zenith, majalah Nusantara, dan lain-lain. Sesudah lulus SMA beberapa tahun menjadi mahasiswa Hukum di Jakarta. Tahun 1954 ia melakukan tindakan yang mengejutkan kawan-kawannya. Ia keluar dari Gelanggang dan beberapa waktu kemudian ia masuk ke dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), dan beberapa lamanya memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru yang menjadi organ kebudayaan P. K. I. Rivai termasuk Lekra yang karya-karyanya dilarang untuk terbit.
Karya-karyanya berupa sajak yang masih bertebaran dalam majalah-majalah, belum ada yang membukukannya. Rivai Apin adalah satu-satunya pelopor Angkatan '45 yang belum menerbitkan karya-karyanya dalam bentuk buku, meskipun jumlah sajak-sajaknya telah memenuhi syarat untuk dibukukan. Juga studi tentang sastrawan ini belum ada.
Sajak-sajak Rivai Apin tidak semerdu Asrul Sani, namun keras memberontak seperti dalam sajak-sajak vitalisnya Chairil. Hanya ada kecenderungan nihilisme pada sajak-sajaknya, yang berniat penghancuran segala sesuatu untuk sesuatu yang baru, namun kurang jelas kebaruan yang bagaimana.
Rivai Apin ternyata ahli esai yang tidak begitu besar bakatnya seperti Asrul Sani, dan dia tidak juga penting sebagai penyair. Dalam sajak-sajaknya Rivai Apin mengungkapkan dengan emosi sebagai objek dan bukan pendorong. Rivai Apin, Asrul Sani dan chairil anwar sama-sama dibesarkan dalam kancah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dari rantai belenggu kolonialisme  meskipun mereka menerbitkan kumpulan puisi bersama yang masyhur berjudul « Tiga Menguak Takdir » dan juga sama-sama sebagai pendiri « Gelanggang Seniman Merdeka » yang juga dinobatkan sebagai « Pelopor Angkatan’45 » ; namun takdir merela relatif berbeda-beda pula adanya. Baik di masa kritis menghadapi taktik-trik kaum kolonialis dan neo-kolonialis serta imperialis, baik di masa pergolakan di bawah Orde Lama maupun kemudian, di bawah Orde Baru. Begitupun, dalam alam perpuisian, sepertinya mereka tak bisa terpisahkan satu sama lain jika semata-mata menyimak bukti kumpulan puisi « Tiga Menguak Takdir » yang bersejarah itu. tak kurang maknanya sajak « Elegi » yang mengungkapkan suasana kesenduan bangsa Indonesia. Pada tahun 1966 setelah peristiwa G 30S PKI Rivai Apin ikut ditahan oleh pemerintah Orde Baru, Republik Indonesia, bersama sejumlah aktivis yang lain dan baru mengecap kebebasan kembali tahun 1979. ditahan dan baru dibebaskan pada akhir tahun 1979.
Sajak-sajak dari Rivai Apin yaitu
Dari Dunia Belum Sudah

Pagi itu aku dengar beritanya,
Aku ke jalan
Orang-orang jualan dan hendak pergi kerja menepi-nepi
Oto-oto kencang, berat dengan serdadu-serdadu dan tank-tank
tak dapat digolakkan

Ada yang meronda, berdua-dua dan bersenjata
Di antaranya ruang lapan-lapan, tapi ada isi!
Semuanya beku padu:
manusia benda dan udara, tapi memperlihatkan harga.

Aku pergi ke teman-teman berbicara, isi mengendap ke kelam
Berita: Yogya sudah jatuh, Maguwo… Karno tertangkap
Hatta, Syahrir…
Kami terus berbicara, atau ke teman, ke teman dan ke teman…
Kami berbicara, menimbang dan melihat kemungkinan
Semua dari satu kata dan untuk satu kata.

Senja itu aku pulang, sarat dengan berita dan kemungkinan,
Di rumahku aku disambut oleh keakuanku yang belum sudah:
Buku yang terbuka, yang belum dibaca dan buku yang harus
aku sudahkan.
Tapi untuk ini aku sudah tinggalkan Bapa dan Abang
Dan baru pula teringat ini hari baru satu kali makan.
—yang periuknya selalu terbuka—Dan aku sudahkan keakuanku
di dalam ruang kuburan yang digalikan oleh nyala pelita
di dalam kegelapan

Tapi malam itu menghentam, sepatu lars pada dinding
kegelapan yang tebal.
Dan ketika mereka telah pergi terdengar ratap perempuan,
bininya atau ibunya.
Padaku tak usah lagi diceritakan, bahwa ada yang dibawa
Aku hanya bisa menekankan kepala pada papan meja,
Buncah oleh itu kata yang belum punya bumi tapi telah mengejar pula
ke dalam dunia yang belum sudah.
Pesan yang ingin disampaikan Rivai Apin adalah adanya penangkapan-penangkapan yang dilakukan Belanda terhadap pemimpin dan orang-orang republik. Rivai Apin merasa gelisah karena Proklamasi Kemerdekaan yang telah didengungkan pada 17 Agustus 1945 mengalami ganjalan karena Belanda melakukan agresi militernya yang kedua pada 1948. Yogyakarta yang saat itu menjadi pusat pemerintahan diduduki Belanda dan para pemimpin Republik Indonesia seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Sjahrir, dan H. Agus Salim ditangkap. Kata “merdeka” yang menjadi impian bangsa Indonesia saat itu seperti tertutup kabut hitam. Dalam suasana yang tidak menentu itu Rivai Apin mengatakan dalam puisinya, “Buncah oleh itu kata yang belum punya bumi, tapi telah mengejar pula ke dalam dunia yang belum sudah.” Dunia yang belum sempurna.
PERISTIWA

Malam membenamkan aku ke gang-gang
Dan dari aku, dia tidak akan dapat tantangan.
Aku tahu, kapal-kapal telah berangkat
Dan tidaklah akan kukejar ini kepergian.

Aku tadi juga di tangga dan di telingaku membising:
Orang bersuit-suitan dan menyoraki,
Tapi satu kilat memutuskan:
Aku kembali ke tengah mereka.

Benciku, yang melendir di mulut kuludahkan ke kapal yang tak kena
dan satau ombak kecil enak saja membawa ludahku lari


ORANG PENGHABISAN
Untuk Chairil Anwar

Aku menyerah dengan seluruh kekayaanku:
Kekinian dan ke akanan. Pada kursi panjang
Di kamar terang samar pada senja
Dengan rokok berkepulan di tangan.

Hari-hari aku jadikan pura dari kelaluan
Dan sekali-kali aku akan tertawa dan tersenyum sendirian.

Tiap hari-hari mati membenamkan aku
Ke dalam benda-benda yang berlapukan dan berdebuan
Tapi, sehabis kuap yang penghabisan, aku taku
Kepala  akan berteleng dan
mulut yang meliang dengan bibir yang berat bergantungan
Akan keluar penyesalan: Hari-hari baru hanya cemooh keterlaluan.
3.      Analisis Puisi
Ayah
Duduk tersandar aku selalu mengenangmu
Mendekapmu ingin aku lakukan
Bagaikan pungguk yang merindukan bulan sudah tak terbendung
Ingin menyentuh senyum yang kau lukiskan
Ayah...
Dalam hidupku akan ada bayanganmu
Kekuatanku ada dalam dirimu
Saat aku rapuh kau selalu menopangku
Engkau tongkat emas menerangi jiwaku
Memberikan kilauan di sanubari kosong
Ayah............
Sering ku menangis pada dinding yang tak bertuan
Pada papan cermin yang mulai usang
Pada bingkai hati yang tak kunjung merayap
Tidak...tidak...tidak.
Aku masih tak bisa melepasmu
Terbang melayang menembus celah-celah sempit itu
Ingin berlari menembus lorong waktu
Mematahkan segala yang ada di hadapanku
Menghancurkan duri berdaging di jiwaku
Untuk menggenggam tanganmu lagi
Ayah.
Pada puisi di atas terdapt penyimpangan penggunaan morfologis yang tak semestinya ada. Pada kata duduk tersandar pada kalimat awal seharusnya duduk bersandar menggunakan prefiks ber- namun diganti menjadi prefiks ter-. Selain puisi Ayah yang memiliki penyimpangan Morfologis terdapat juga puisi Lembayu Senja yang menggunakan penyimpangan sintaksis.
Lembayu senja
By : Andi Musliana
Awan tebal mulai berduyung
Bergerak jauh mengikuti arus
Termangu langit bintang kecil
Matahari senja tak bergairah lagi

Burung camar bersiul pedih
Terbang melayang bagai derita
Mengikuti induk ke singgasana
Saat Cahaya  mulai memudar

Dalam remang hancur terkubur
Di ujung fatamorgana terhapus ingatan
Mata silap dalam kaguman
Decakan alam tak kunjung pergi
Menampakkan pesona bak sang dewi
          Pada Puisi lembayu senja kata hancur terkubur seharusnya di tulis terkubur hancur karena pada dasarnya frase dalam kaidah pemakaian bahasa Indonesia menggunakana pola DM bukan menggunakan MD.